Laporan keuangan (akuntansi pengantar)

BENTUK DAN ISI LAPORAN KEUANGAN

Tujuan umum Laporan keuangan :

Memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan – keputusan ekonomi serta menunjukan pertanggungjawaban ( stewardship ) manajemen atas penggunaan sumber – sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi :

  1. Aset
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
  5. Arus kas

Laporan keuangan terdiri dari :

1. Neraca

2. Laporan Laba – rugi

3. Laporan perubahan ekuitas

4. Laporan arus kas

5. Catatan atas laporan keuangan

NERACA

Neraca adalah : Laporan posisi keuangan suatu perusahaan ( kekayaan, utang

dan modal ) pada suatu tanggal tertentu.

Klasifikasi dari neraca :

a. Harta lancar / Aktiva Lancar :

Aktiva yang digunakan untuk menyatakan sisa kas atau bank dan aktiva lainnya ( sumber – sumber ekonomi ) yang dapat dijadikan uang tunai, dijual atau dipakai habis dalam satu siklus operasi perusahaan yang normal pada suatu perusahaan ( satu tahun )

- Kas

- Piutang

- Persediaan

- Perlengkapan

- dll

b. Harta tetap / Aktiva Tetap :

Aktiva yang sifatnya tetap dan permanen tidak untuk diperdagangkan akan tetapi digunakan dalam operasi perusahaan untuk jangka waktu cukup lama dan mempunyai nilai yang besar

- Tanah

- Bangunan

- Kendaraan

- dll

c. Utang lancar / Utang jangka pendek :

Utang yang jangka waktu pelunasannya paling lama satu tahun

- Utang bunga

- Utang sewa

- Utang pajak

- Dll

d. Utang jangka panjang :

Utang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun

- Utang obligasi

- Utang bank

- Dll

e. Modal

Bentuk neraca ada 2 :

a. bentuk scontro / bentuk T

b. bentuk stafel / Laporan

Neraca Bentuk Scontro :

PT. ABC

Neraca

Per 31 Desember 200x


AKTIVA PASIVA

AKTIVA LANCAR Utang jangka pendek Rp. xxx

- Kas Rp. xxx

- SSB Rp. xxx

- Piutang Rp. xxx Utang jangka panjang Rp. xxx

- PPTT/CKP (Rp. xxx)

- Persediaan Rp. xxx

Total Aktiva Lancar Rp.xxx Total Utang Rp.xxx

AKTIVA TETAP

- Tanah Rp. xxx Modal Rp. xxx

- Gedung Rp. xxx

- Akm. Depre. Gedung (Rp. xxx)

- Kendaraan Rp. xxx

- Akm. Depre. Kend (Rp. xxx)

Total Aktiva Tetap Rp. xxx

TOTAL AKTIVA Rp. xxx TOTAL PASIVA Rp.xxx

Neraca Bentuk Stafel :

PT. ABC

Neraca

Per 31 Desember 200x


AKTIVA

Aktiva Lancar

- Kas Rp. xxx

- SSB Rp. xxx

- Piutang Rp. xxx

- PPTT (Rp. xxx) Rp. xxx

- Persediaan Rp. xxx

Total Aktiva Lancar Rp. xxx

Aktiva Tetap

- Tanah Rp. xxx

- Bangunan Rp. xxx

- Akm. Peny. Bangunan (Rp. xxx)

- Kendaraan Rp. xxx

- Akm. Peny. Kendaraan (Rp. xxx)

Total Aktiva Tetap Rp. xxx

TOTAL AKTIVA Rp.xxx

PASIVA

Utang jangka pendek

- Utang bunga Rp. xxx

- Utang pajak Rp. xxx

- Utang sewa Rp. xxx

Total Utang Jangka Pendek Rp. xxx

Utang jangka panjang

- Utang obligasi Rp. xxx

- Utang bank Rp. xxx

Total Utang Jangka Panjang Rp. xxx

Total Utang Rp. xxx

Modal Rp. xxx

TOTAL PASIVA Rp.xxx

LAPORAN LABA - RUGI

Laporan laba – rugi adalah :

Suatu daftar ikhtisar hasil dan biaya – biaya suatu perusahaan selama satu periode tertentu.

Bentuk laporan laba – rugi ada 2 :

1. Single step

Penyusunan laba – rugi ini dengan mengambil total – total kelompok rekening yang ada didalam laporan laba – rugi.

2. Multiple step

Dengan mengelompokan perkiraan – perkiraan laba – rugi sesuai dengan bagiannya yang dilaporkan secara utuh.

Bentuk single step ( perusahaan jasa )

PT. ABC

Laporan Laba – Rugi

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 200x


Total Pendapatan Rp. xxx

Total Biaya (Rp. xxx)

Laba / rugi Rp. xxx

Bentuk Multiple step ( perusahaan jasa )

PT. ABC

Laporan Laba – Rugi

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 200x


Pendapatan

-

-

-

Total pendapatan Rp. xxx

Biaya – biaya

- Biaya gaji

- Biaya sewa

- Biaya listrik

Total biaya (Rp. xxx)

Laba / rugi Rp. xxx

Bentuk single step ( perusahaan dagang )

PT. ABC

Laporan Laba – Rugi

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 200x


Total Penjualan Rp. xxx

Harga Pokok Penjualan ( Rp. xxx )

Laba kotor Rp. Xxx

Total Biaya (Rp. xxx)

Laba / rugi Rp. xxx

Bentuk multiple step ( perusahaan dagang )

PT. ABC

Laporan Laba – Rugi

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 200x


Penjualan Rp. xxx

Retur penjualan (Rp. xxx)

Pot. Penjualan (Rp. xxx)

Penjualan bersih Rp. xxx

Harga Pokok Penjualan

Persd. Awal brg dgg Rp. xxx

Pembelian Rp. xxx

Retur pembelian (Rp. xxx)

Pot. Pembelian (Rp. xxx)

Biaya angkut pembelian Rp. xxx

Pembelian bersih Rp. xxx

Tersedia untuk dijual Rp. xxx

Persd. Akhir brg dgg (Rp. xxx)

Harga pokok penjualan (Rp. xxx)

Laba kotor Rp. xxx

Biaya - biaya

- Biaya gaji Rp. xxx

- Biaya sewa Rp. xxx

Total biaya (Rp. xxx)

Laba operasi Rp. xxx

Pendapatan dan Biaya lain – lain :

- Pendapatan

- Biaya Lain – lain

Total Pendapatan dan biaya lain – lain Rp. xxx ( +/-)

Laba bersih Rp. xxx

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan perubahan ekuitas adalah :

Laporan yang memperlihatkan perobahan modal suatu perusahaan dari keadaan modal awal periode menjadi modal akhir periode.

PT. ABC

Laporan Perubahan Ekuitas

Untuk periode yang berakhir 31 Desember 200x


Modal awal 1 Januari 200x Rp. xxx

Kenaikan atau penurunan modal

Laba / Rugi Rp. xxx

Prive (Rp. xxx)

Kenaikan / Penurunan Rp. xxx

Modal akhir 31 Desember 200x Rp.xxx

LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas dilaporkan dengan2 metode :

1. Metode tidak langsung

Membandingkan elemen – elemen yang ada pada neraca

2. Metode langsung

Berdasarkan semua penerimaan dan pengeluaran

Laporan arus kas terdiri dari :

  1. Aktivitas operasi

aktivitas penghasilan utama pendapatan perusahaan dan aktivitas lainnya yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan

  1. Aktivitas investasi

perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas

  1. Aktivitas pendanaan

aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan

»»  baca lanjutannya sob .. ..

Pengertian Akuntansi

DEFENISI, PERAN DAN LINGKUP AKUNTANSI

Kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris “ to account “ yang berarti menghitunng atau mempertanggung jawabkan hal – hal yang berkaitan dengan masalah pengelola atau pengurus dari suatu perusahaan kepada pemiliknya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada pengelola tersebut untuk menjalankan kegiatan perusahaan.

Pengertian akuntansi dapat dilihat dari 2 segi :

  1. Dari segi bidang ilmu akuntansi

Akuntansi merupakan keseluruhan pengetahuan yang bersangkutan dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan dari suatu unit usaha kepada pihak – pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengembilan keputusan.

2. Dari segi proses / kegiatannya

Suatu kegiatan pencatatan, penyortiran, penggolongan, pengikhtisaran atau peringkasan dan penyajian transaksi keuangan dari suatu unit organisasi tertentu dengan cara – cara tertentu.

PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN

Pihak – pihak yang membutuhkan laporan keuangan sebagai berikut :

1. Pimpinan perusahaan

Laporan keuangan diperlukan adalah untuk menyusun perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan, dan melakukan tindakan – tindakan koreksi yang diperlukan ( menentukan kebijaksanaan yang akan dijalankan pada masa yang akan datang ).

2. Pemilik perusahaan

Membutuhkan laporan keuangan atau informasi keuangan apabila adanya pemisahan kekayaan antara pemilik dengan kekayaan dari kegiatan operasional perusahaan.

3. Karyawan

Dibutuhkan informasi keuangan untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memberikan balas jasa ( gaji, bonus, pensiunan, askes dan lain – lain ).

4. Investor

Membutuhkan laporan keuangan untuk mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan akan dapat diperoleh dari investasinya, ini berarti bahwa investor harus melakukan analisis atas laporan keuangan perusahaan yang akan dipilih sebagai tempat penanaman modalnya atau tujuan membutuhkan informasi keuangan atau laporan keuangan untuk mengambil keputusan apakah ia harus menambah investasinya, mengurangi investasinya atau mempertahankan investasinya sebesar investasi awalnya.

5. Kreditur

Membutuhkan informasi keuangan atau laporan keuangan untuk memutuskan apakah calon nasabah dapat membayar pinjaman beserta bunganya tepat pada waktu yang telah ditentukan.

6. Pemerintah

Pemerintah membutuhkan informasi keuangan untuk menyusun pendapatan nasional atau untuk menetapkan kebijaksanaan pajak

7. Masyarakat

PERAN AKUNTANSI

Tujuan utama akuntansi adalah :

Menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada kepada pihak – pihak yang berkepentingan

RUANG LINGKUP AKUNTANSI

Timbulnya bidang – bidang khusus dilapangan akuntansi dikarenakan adanya kemajuan teknologi dan perekonomian karena kemampuan dari seseorang terhadap cabang suatu ilmu sangat terbatas.

Bidang – bidang akuntansi adalah :

  1. Akuntansi keuangan ( Financial Accounting )

Bidang ini berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Ia berhubungan dengan pelaporan keuangan untuk pihak – pihak diluar perusahaan.

  1. Pemeriksaan akuntansi ( Auditting )

Bidang ini berhubungan dengan pemeriksaan secara bebas terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntasi keuangan. Dimana tujuan utama dari dilakukannya pemeriksaan adalah agar informasi akuntansi yang disajikan agar dapat lebih dipercaya, namun terdapat tujuan – tujuan lain yang dapat dicakup.

  1. Akuntansi biaya ( Cost Accounting )

Bidang ini menekankan pada penetapan dan kontrol atas biaya, fungsi utama akuntansi biaya adalah mengumpulkan dan menganalisa data mengenai biaya baik biaya yang telah maupun biaya yang akan terjadi

  1. Akuntansi manajemen ( Management Accounting )

Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk manajemen perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen adalah mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan

  1. Akuntansi perpajakan ( Tax Accountung )

Laporan akuntansi yang digunakan untuk tujuan perpajakan berbeda dengan laporan untuk tujuan lain. Hal ini disebabkan oleh berbedanya konsep tentang transaksi dan kejadian keuangan, metode pengukuran dan cara pelaporan

  1. Sistem akuntansi ( Accounting System )

Merupakan bidang khusus dalam penyusunan serta pelaporan dari suatu sistem

  1. Anggaran perusahaan ( Budgeting )

Bidang ini berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu dimasa datang serta analisa dan pengontrolan

  1. Akuntansi pemerintahan ( Govermental Accounting )

Bidang ini mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi - transaksi yang terjadi di badan pemerintah. Ia menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara

»»  baca lanjutannya sob .. ..

Pasar Persaingan Sempurna (kurva)

Pasar Persaingan Sempurna

Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu – satunya produsen (monopoli).

Kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi, umumnya dua kondisis peralihan antara ekstrim persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing – masing mempunyai daya monopoli (terbatas), disebut persaingan monopolistic (monopolistic competition). Kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli dikenal sebagai oligopoli (oligopoly).

1. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

-Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakan persaingan sempurna:
-Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
-Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowledge)
-Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output)
-Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
-Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.

b. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.

c. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.

d. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.

e. Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan factor produksi

2. Permintaan dan Penawaran Dalam Pasar Persaingan Sempurna

a. Permintaan



Diagram 8.1.a Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

Diagram 8.1.b Jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar, maka berapa pun yang dijual perusahaan, harga relatif tidak berubah.

b. Penerimaan


Diagram 8.2.a Kurva permintaan (D) sama dengan kurva penarimaan rata – rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P) Diagram 8.2.b Kurva penerimaaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif, bergerak mulai dari titik (0,0).

3. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek

a. Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak, bila biaya variable (VC) adalah sama dengan penerimaaan total (TR), atau biaya variabel rata – rata (AVC) sama dengan harga.

b. Perusahaan memproduksi pada saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum atau dalam kondisi buruk kerugiannya minimum (minimum loss).


Diagram 8.3 menunjukkan bahwa kondisi MR = MC (titik E) tercapai pada saat output sejumlah Q*



Diagram 8.4 Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol


Diagram 8.5 Menunjukkan bahwa pada saat MR = MC perusahaan mengalami kerugian sebesar BE per unit. Sehingga kerugian total adalah seluas bidang PAEB. Kerugian ini adalah kerugian minimum.

4. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang

a. Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
b. Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi.
c. Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama.
d. Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat SAC = LAC.


Diagram 8.6.a Menunjukkan keseimbangan industri jangka panjang terjadi di titik E di mana tingkat harga P0 dan jumlah output Q0.

Diagram 8.6.b Jika ada perusahaan yang masuk, akan terjadi penambahan penawaran. Perhatikan kurva SMC, LMC, SAC dan LMC berpotongan di satu titik, yaitu titik E.

5. Penawaran Perusahaan Pasar Persaingan Sempurna

a. Kurva Penawaran Jangka Pendek


Diagram 8.7.a Menunjukkan jika harga di bawah P0, perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variable per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC)

Diagram 8.7.b Dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek.

b Kurva Penawaran Jangka Panjang
1. Industri Skala Biaya Konstan (Constant Cost Industry)


Penambahan penggunaan factor produksi karena masuknya perusahaan baru, tidak akan menaikkan harga factor produksi Diagram 8.8.a.
Diagram 8.8.b Bila permintaan pasar meningkat (kurva permintaan D1 bergeser ke D2), harga output meningkat ke P2

2. Industry Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry)
Masuknya perusahaan – perusahaan baru menyebabkan harga factor produksi naik, sehingga terjadi perubahan stuktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan.


Diagram 8.9.a Struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.b Struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain.
Diagram 8.9.c Menunjukkan peningkatan permintaan (D1 – D2).

3. Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry)


Masuknya perusahaan – perusahaan lain ke dalam indistri justru menurunkan harga factor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies). Akibatnya struktur biaya jadi lebih murah (Diagram 8.10.a ke Diagram 8.10.b).

Diagram 8.10.c Meningkatnya permintaan (D1—D2) menaikkan harga jual ke P2 yang mengundang masuknya perusahaan lain.

6. Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna

a. Kekuatan
1. Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
2. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal).
3. Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.

b. Kelemahan
1. Kelemahan Dalam Hal Konsumsi
2. Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
3. Konflik Efisiensi - Keadilan
»»  baca lanjutannya sob .. ..

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.

Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan dibawah ini:

• Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.

• Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.

• Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

• Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.

• Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.

Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar yang lainnya. Kebaikan pasar persaingan sempurna antara lain :

1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:

a. Efisiensi produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.

b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.

Efisiensi dalam Pasar Persaingan Sempurna
Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan sempurna.

Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar persaingan sempurna.

2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas.

Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi factor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan factor-faktor produksi yang mereka miliki.

Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan. Adapun keburukan pasar persaingan sempurna adalah:

1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, Karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan inovasi.

Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.

2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan.

3. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.

4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.

5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya

Itulah sedikit contoh makalah tentang pasar persaingan sempurna yang dapat duniabaca.com bagikan untuk Anda. Adapun untuk hasil yang lebih sempurna, silakan Anda Oprek sendiri dengan referensi makalah yang lain yang berhubungan dengan pasar persaingan sempurna. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu Anda, sebagai bahan referensi dalam penyusunan makalah, yang sudah menjadi makanan sehari-hari dalam tugas kuliah. D

»»  baca lanjutannya sob .. ..