Proses Budidaya Kacang Hijau

  1. Kacang Hijau
Peran kacang hijau
  1. Budidaya kacang Hijau menempati urutan ketiga setelah kacang tanah
  2. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak
  3. Sebagai pemenuh kebutuhan industry makanan dan industry pakan ternak.
Kadar Gizi dalam 100 gram kacang hijau
Zat gizi
Kandungan
Protein
Vit A
Vit B1
Vit C
Lemak
Karbohidrat
Kalori
22,2 gram
157,0 IU
0,64 mg
6 mg
1,3 gr
67,3 gr
320 MJ




Kandungan assam amino (Protein) lengkap dengan asam amino esensial
Asam Amino
Kandungan (%)
Lsoleusin
Leusin
Lysine
Methionin
Phenylalanin
Threonine
Valin
Alanine
Thryptopan
Tyrosin
6,95
12,90
7,94
0,84
7,07
4,5
5,23
4,15
1,35
3,86

Lampung menduduki peringkat ke-7 se Indonesia penghasil kacang hijau, 4,45 ton produksi. Produksi kacang hijau masih terpusat di pulau jawa, dari total produksi nasional, pulau jawa menyumbang 59,87%. Produksi kacang hijau nasional belum mencukupi kebutuhan dalam negeri sehingga untuk memenuhi kebutuhan nasional masih mengandalkan import.
Berdasarkan data tahun 2007
Produksi = 322. 487 ton
Kebutuhan = 579. 885 ton
Import = 257. 398 ton

Penyebab rendahnya produksi dan produktivitas yang dicapai petani
  1. Praktik budidaya yang kurang baik (tanpa pemupukan) & serangan hama dan penyakit
  2. Masih menggunakan kultivar local
  3. Sebagai usahatani sampingan, tekhnologi masih sederhana.
  4. Modal yang terbatas.
Usaha untuk meningkatkan luas panen, produksi, produktivitas yaitu:
  1. Intensifikasi
Bertujuan untuk meningatkan produksi dengan cara memperbaiki teknologi budidaya (penggunaan kultivar unggul, benih berkualitas, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit).
  1. Ekstensifikasi
Perluasan area keluar pulau jawa
  1. Diversifikasi
Memasukkan komoditi kacang hijau sebagai komponen usaha tani, tanaman industry.

Kelebihan kacang hijau
1. Berumur genjah “dapat dipanen umur 58-65 hari, tergantung kultivar yg diusahakan”
2. Mudah cara budidayanya “Baik dilahan kering maupu lahan sawah pada musim kemarau sebagai tanaman sela setelah padi”
3. Dapat memperbaiki kesuburan tanah “seperti tanaman legume yang lain, kacang hijau mampu mengikat nitrogen dari udara melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium”
4. Hama penyakit tidak terlalu banyak seperti halnya kedelai “Risiko kegagaln relative kecil”.
5. Mudah dalam pemasaranya dan harganya relative tinggi.
Daerah asal dan penyebarannya
Diduga kacang hijau ddari kawasan india. Menurut ahli botani Russia, india merupakan daerah asal sejumlah besar family leguminosa. Sebagai bukti bahwa ditemukannya plasma nutfah kacang hijau sejenis Phascolais Inungo>>> kacang hijau India. Penyebaran kacang hijau meluas ke daerah Asia beriklim panas (tropic) seperti Taiwan, Thailand, filiphina,dan Indonesia. Kacang hijau masuk di Indonesia terjadi pada awal abad 17, dibawa oleh pedagang cina dan portugis.

Tipe pertumbuhan kacang hijau
  1. Tipe Determinit
a. Ujung batang tidak melilit
b. Pembungaan singkat, serempak
c. Pertumbuhan vegetative berhenti setela tanaman berbunga
d. Contoh kultivar Arta Ijo, dan siwalik.
  1. Tipe Indeterminit
a. Ujung batang melilit
b. Pembungaan berangsur-angsur dari pangkal ke bagian pucuk.
c. Pertumbuhan vegetative terus berlanjut setelah berbunga

Fase pertumbuhan kacang Hijau
1. Fase Vegeatif 0-35 HST
2. Fase reproduktif
a. Pembungaan 30-40 HST
b. Pembentukan dan pengisian polong 40-50 HST
c. Pemasakan Polong 50-60 HSt
d. Panen 60-65 HST
Terutama tipe yang determinit (tidak melilit)

Syarat Tumbuh kacang hijau
Tanaman kacang hijau dapat beradaptasi luas si berbagai daerah yang beriklim panas (tropis). Di Indonesia dapa tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampa 500 meter dpl. Di daerah 750 meter dpl masih dapat tumbuh baik, namun hasil produksi cenderung rendah.
Sebagai tanaman tropis, kacang hijau memerlukan iklim panas selama siklus hidupnya. Suhu optimum (28-30 derajat celcius), kelembapan udara (50-80%), curah hujan (700-800 mmm/tahun).
Hampir semua jenis tanaman pertanian cocok untuk budidaya kacang hijau terutama pada tanah: gembur, drainase baik, aerasi baik, mempunyai kapasitas menahan air yang tinggi, bahan organic tingi, dan pH (5,8-6,5).
Kacang hijau masih dapat tumbuh pada tanah agak masam dana agak toleran pada keadaan alkalin maupun salin (Kadar garam tinggi).

Budidaya Kacang Hijau
Penyiapan benih
Dipilih benih bermutu, artinya berasal dari kualitas unggul dan di produksi melalui proses sertifikasi.
Karateristik Benih bermutu:
  1. daya tumbuh tinggi, (lebih dari 90%)
  2. figure benih baik (tumbuh < 4hari)
  3. Murni (tidak tercampur dengan kultivar lain)
  4. Sehat, (tidak mengandung hama penyakit)
  5. Bersih, (tidak tercampur biji gulma)
  6. Biji, bernas \, berwarna mengkilat, tidak keriput, dan bebas dari luka bekas gigitan serangga.

Kebutuhan benih persatuaan luas tergantung pada kultivar, kesuburan tanah, dan banyak kebentuk yang ditanam setiap lubang.

B = kebutuhan benih L = Luas areal tanam d1 = jarak tanam dalam barisan
d1 = jarak antar baris S = bobot benih perseribu biji (gr) N=Jumlah benih perlubang

penyiapan lahan
  1. Lahan sawah
Tidak dapat dilakukan pengolahan tanah (TOT), penyiapan lahan paling baik adalah 2 minggu setelah panen padi.
Cara penyiaapan lahan
a. Jerami padi dikumpulkan pada suatu tempat
b. Buat petak ukuran 5x4 m2 atau tergantung pada keadaan parit drainase
c. Bairkan tanah untuk beberapa waktu hingga cukup kering
d. Jerami yang dikumpulkan digunakan untuk mulsa, yang ditempatkan diantara barisan tanaman.

  1. Lahan kering
Untuk kacang hijau persiapan lahan biasanya dilakukan dengan olah tanah intensif. Waktu pengolahan tnah yang baik adalah 2 minggu sebelum waktu tanam pada awal musim hujan. Untuk ordo tanah yang masam (pH Rendah) perlu dilakukan pengapuran. Hasil penelitian Puslitbang Malang, untuk ordo Ultisol, pengapuran dilakukan dengan dosis 3 ton/Ha dapat menngkatkan hasil dari 0,94 ton/Ha menjadi 1,08 ton/ha. Waktu pengapuran sebaiknya 2-4 minggu sebelum tanam. Cara pengapuran dengan disebar secara merata pada permukaan tanah, dicampurkan dengan lapisan tanah atas sedalam 20-30cm. sesuai pengapuran, harus disiram hingga tanah cukup basah terutama pada saat tidak hujan.


Penanaman
Waktu kacang hijau tergantung lokasi lahan. Pada lahan tegalan, waktu yang paling baik adalah awal sampai akhir musim hujan. Pada lahan sawah, waktu yang paling tepat adalah musim kemarau setelah musim panen padi. Pada lahan yang belum pernah ditanam kacang-kacangan, sebaiknya sebelum benih ditanam terlebih dahulu di inokulasi dengan bakteri Rhizobium. Sumber inokulan dapat berupa produk buatan komersil seperti Legin dan Nitrogin, atau secara alami berupa bubukan tanah yang berasal dari lahan yang ditanami kacang-kacangan. Dosis inokulasi buatan berkisar antara 5-10 gr/kg benih sedangkan dosis bubukan tanah (alami) lebih kurang 110 gr tanah/kg benih.
Cara inokulasi
  1. Benih dibasahi yang akan di inokulasi dengan air bersih hingga cukup basah.
  2. Campurkan inokulasi Rhizobium, (legume) dengan benih kacang hijau hingga benar-benar merata ditempat yang teduh/yidak terkena sinar matahari langsung.
  3. Kering anginkan benih kacang hijau yang telah di inokulasi selama beberapa saat.
  4. Tanaman benih kacang hijau sesegera mungkin karna benih yang sudah di inokulasi tidak boleh ditunda lebih ari 6 jam.
Penanaman kacang hijau secara lugal
#jarak tanam
  1. Jarak tanam tunggal 40x10cm2 (populasi 500.000 ton/ha) 20x20cm2
  2. Jarak tanam ganda, 50x(20x10) cm2 (populasi 333,333 ton/ha)


Dosis pupuk yang dianjurkan
TSP : 100kg/ha
Urea : 50-100kg/ha
KCl : 50-70 kg/ha
Pemupukan 1 (dasar) dilakukan pada saat tanam berupa setengah dosis Urea dan seluruh dosis TSP dan KCl.
Pemupukan 2 (pupuk susulan) diaplikasikan bersama pada saat penyiangan II, yaitu pada 30-40 HST
Pemulsaan
  • Pemberiaan mulsa pada lahan sawah, yang ditanam kacang hijau berpengaruh positif terhadap peningkatan produksi
  • Hasil penelitian bidang tanaman pangan Malang, pemberiaan mulsa jerami 5 ton/ha dapat meningkatkan hasil 30-40% dibandingkan tanpa mulsa.
  • Tujuan pemberiaan mulsa jerami adalah menurunkan evaporasi dan menekan pertumbuhan gulma (lahan sawah) sedangkan untuk lahan kering, selain tersebut mulsa berfugsi menekan erosi (secara fisik) serta menambah kandungan BO tanah (secar kimiawi).
  • Pemberiaan Mulsa dilakaukan setelah tanam. Dengan cara dihamparkan di permukaan tanah di antara barisan tanaman kacang hijau setebal 3-5cm secara merata.
Pemeliharaan Tanaman
  1. Pengairan
Pada lahan sawah, cara pengairan yang dilakukan adalah dengan mengalirkan air melalui saluran pemasukan kemudian lahan digenangi air selama 15-30 menit hingga tanahnya cukup basah. Pada lahan tegalan (lereng) yang sumber airnya terbatas, pada saat tanaman harus diperhitungkan scara tepat agara pada fase perkecambahan benih mendapat air yang cukup. Cara mensiasati adalah mengatur waktu tanam pada saat masih turun hujan agar minimal selama seminggu keadaan air, tanah cukup untuk perkecambahan benih. Pengairan perlu diintensifkan kembali pada menjeleng berbunga dan pembentukan polong, bila pada fase tertentu kekurangan air, biji dan polong akan abnormal dan mengakibatkan produksi turun.
  1. Penyulaman
Fase awa pertumbuhan (perkecambahan) kacang hijau perlu diawasi dari kemungkinan benih tidak tumbuh atau mati akibat diserang hama dan penyakit. Biji kacang hijau yang tidak tumbuh/tumbuh abnormal harus segera disulam. Penyulaman sebaiknya dilakukan

PENYIANGAN

ü Gulma yang tunbuh di lahan pertanaman menjadi pesaing kacang hijau dalam hal kebutuhan unsur hara, air, sinar matahari dan bahkan sering menjadi sarang hama dan penyakit
ü Hasil penelitian balittan Pangan Malang menunjukkan bahwa penyiangan gulma sebanyak 2x pada umur 15 HST dan 30 HST dapat meningkatkan hasil 60 % dibandingkan tanpa penyiangan
ü Pelaksanaan kegiatan penyiangan kedua dilakukan bersama-sama dengan pemupukan susulan
ü Cara penyiangan gulma dapat dilakukkan secara manual dengan menggunakan koret atau bila areal pertanaman kacang hijau cukup luas dan tenaga kerja terbatas, dapat dia.............................


PEMUPUKAN SUSULAN
ü Untuk memacu pertumbuhan dan produksi kacang hijau dilakukan pemupukan susulan
ü Waktu pemupukan susulan yang paling baik adalah pada umu 30-40 hst bersama-sama dengan kegiatan penyiangan kedua
ü Dosis pupuk susulan adalah setengah dosis pupuk nitrogen dari total dosis anjuran……………………..


PENGENDALIAN Hama DAN Penyakit
Dianjurkan pengendalian secara terpadu

1 Pengendalian secara kultur terknis, termasuk penggunaan benih yang sehat, sanitasi, pemupukan berimbang, rotasi tanaman, penggunaan kultivar resisten hama dan penyakit
2 Pengendalian secara hayati (biologi) yaitu dengan pemanfaatan musuh alami seperti predator parasitoid dan pathogen penyakit
3 pengendalian secara kimiawi, yaitu dengan menggunakan herbisida secara selektif berdasarkan hasil pemantauan, analisis ekosistem, dan pengambilan keputusan dinamis berdasarkan ambang kendali atau ambang ekonomi


PAKET TEKNOLOGI BUDIDAYA

hasil kacang hijau dapat ditingkatkan dengan beberapa cara :

1 pengolahan tanah intensif pada tanah yang bertekstur berat dapat meningkatkan hasil 20 % dibandingkan tanpa pengolahan tanah
2 pemberian mulsa jerami 5 ton/ha dapat menaikkan hasil 30-40 % dibandingkan tanpa mulsa
3 penyiangan gulma sebanyak 2 x pada 15 dan 30 hst dapat menaikkan hasil 60 % dibandingkan tanpa penyiangan
4 menaikkan ppopulasi tanaman dari 250.000 menjadi 500.000 tanaman per hektar dapat menaikkan hasil 14- 19 %
5 pengendalian hama utama yaitu Thrips denagan mengguanakan insektisida monokronofos ton/ha yang diberikan pada stadium vegetatif dan dengan Karbaril…………



PAKET TEKNOLOGI PILIHAN YANG DIANJURKAN UNTUK BUDIDAYA KACANG HIJAU DI LAHAN SAWAH


No
Komponen teknologi
Paket teknologi

1
Pengolahan tanah
Tanpa olah tanah (TOT)
2
Drainase
Dibuat parit drainase tiap 3 meter
3
Mulsa
Mulsa jerami dosis 5 ton/ha
4
Cara tanam
Tugal, jarak 40x 10 cm2
5
Penyiangan
2 kali, 15 dan 30 hst
6
Proteksi tanaman
Pemupukan benih da pemantauan hpt
7
Pemupukan
50 kg urea/ha, 75 kg TSP/ha, 50 kg KCL/ha





DI LAHAN KERING

No
Komponen teknologi
Paket teknologi
1
Pengolahan tanah
Pengolahan tanah intensif
2
Drainase
Dibuat parit drainase tiap 4 meter
3
Mulsa
Tugal, jarak tanam ganda 50 cm x (20x15 cm)
4
Cara tanam
2 x , 15 dan 30 hst
5
Penyiangan
Perlakuan benih dan pemantauan
6
Proteksi tanaman
50 kg urea…………………..


HAMA DAN PENYAKIT
HAMA PENTING KACANG HIJAU

Lalat kacang (ophiomya phaseoli Coq)
Ulat penggulung daun (lamprosema indicata F)
Penggerek polong (Etiella zinckenella Treit)
Kepik hijau (Nezara viridula L.)
Ulat jengkal (Chrysodeixix
Ulat grayak

PENYAKIT UTAMA

Bercak daun cercospora
Penyalit kudis
Cendawan Embun tepung
Cendawan Bercak sclerotium
Cendawan Virus mosaic kuning
Vector
PANEN

Cirri-ciri kacang hijau siap panen
1 Tanaman berumur 58-65 hst
2 Polong berwarna cokelat sampai hitam dan kulitnya keras atau mengering
3 Polong sebagian besar mudah pecah

ü Pemanenan dapat dilakukan secara serempak tetapi pada beberapa kultivar dipanen bertahap 2-3 kali
ü Pemanenan tidak boleh terlambat karena polong dapat pecah di lapangan
ü Waktu panen yang baik adalah saat polong berwarna cokelat atau hitam
ü Cara panen dengan memetik polongnya
ü Untuk penyimpanan, biji kacang hijau sebaiknya mengandung kadar air 10-12 %





2.Kacang Tanah
Di Indonesia kacang tanah menempati urutan kedua setelah kedelai. Tanaman kacang tanah di Indonesia memiliki peran strategis dalam pangan nasional yaitu sebagai sumber protein dan minyak nabati. Seperti kacang hijau, dimasa mendatang kebutuhan akan komoditi kacang tanah akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan terus berkembangnya industry makanan
Nilai Gizi kacang tanah
Zat Gizi
kandungan
Protein
Karbohidrat
Lemak
Kalori
30,4 gr
11,7 gr
47,2 gr
2.457 kal
Dalam setiap 100gram biji kacang tanah mengandung




Produksi kacang tanah masih terpusat di pulau jawa. Dari total produksi nasional pulau jawa menyumbang 66,37%, jawa timur menjadi sentra sedangkan Lampung berada pada peringkat 11 nasional. Produksi kacang tanah nasional belum menutupi kebutuhan dalam negeri (masih Import)
Berdasarkan data tahun 2003
Produksi : 724. 400 ton
Kebutuhan : 874.224 ton
Import : 149.824 ton
Untuk mengurangi import, dalam upaya meningkatkan produksi, pilihanya adalah dengan perluasan areal tanam ke luar pulau jawa.
Teknik produksi kacang tanah
a. Kultivar unggul
Kultivar unggul yang berproduksi tinggi dan mempunyai sifat ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotic serta karaketeristik yang sesuai dengan permintaan pasar merupakan modal utama dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Hingga tahun 2004 telah tersedia 31 kultivar unggul, untuk menyongsong pertanian kompetitif yang menuntut syarat mutu hasil, maka perbaikan kultivar mulai diarahkan pada perbaikan kutivar mutu hasil dengan focus dengan ketahanan terhadap jamur aspergillus tugor dengan pennicilium sp. Aspergilus flavus menghasilkan racun yang disebut aflotoksin yang dapat menyebabkan penyakit kanker hati. Kultivar yang tergolong agak tahan terhadap aspergillus platus: Kultivar jerapah, kancil, singa bison, dan domba.

Syarat Tumbuh (C3)
  • Tumbuh baik pada ketinggian 0-800 m dpl
  • Struktur tanah gembur dan berdrainase baik dengan pH 6-6,5
  • Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup
  • Tanih yang masih muda memerlukan air yang cukup untuk pertumbuhan, setelah berumur 2,5 bulan kebutuhan akan air sudah mulai berkurang.
Teknik Budidaya
  1. Benih/Kultivar
Kultivar ungguul yang dianjurkan antara lain: gajah, macan, banteng, tapir, kelinci, dan mahesa yang tahan terhadap penyakit layu, karat daun, dan bercak daun.
  1. Penyiapan lahan
Tanah diolah dengan cangkul/bajak sebanyak 2x dan ddigaru 1x. kemudiaan dibuat saluran dranase berjarak 3-4 m, membujur searah dengan barisan tanaman, lebar saluran 30cm, dan dalam saluran 25 cm.
  1. Waktu tanam
Musim tanam kacang tanah dilahan kering dari awal musim hujan (Oktober-Nov) dan pada akhir musim hujan (maret-april).
  1. Cara Tanam
  • Biji ditugalka dengan kedalaman lebih kurang 3cm
  • Jarak tanam yang digunakan untuk kultivar dengan ukuran biji sedang 40x10cm/40x15cm dengan jumlah tanaman(1 lubang 1tanaman)
  • Untuk kultivar dan ukuran biji kecil menggunakan jarak tanam 20x20cm dengan jumlah tanaman (1 lubang 2 tanaman)
  1. Pemupukan
Diberikan pada larikan, sekaligus pada saat tanaman berumur 10-15 HST. Dosis umum Urea 50kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCl 50kg/ha. Sulfur sebagai hara penting untuk sintesis protein dapat diberikan dengan mengganti setengah dosis Urea dan Pupuk 2A. Harga Kalsium cukup tergolong esensial bagi kacang tanah karena diperlukan untuk pembentukan polong dan biji. Dosis kapur 200-400 kg/ha dianjurkan diberikan pada saat tanaman kacang tanah berumur 20-25 hari, terutama untuk tanah yang memiliki kanungan Ca<120 ppm/0,6 meQ/100 gr tanah.
  1. Pemeliharaan
Penyulaman terhadap benih yang tidak tumbuh/tumbuh abnormal dilakukan pada 1-2 MST. Penyiangan dilakukan 2x yaitu umur 3MST dan 6 MST. Pembumbunan diperlukan dalam budidaya kacang tanah karena untuk memudahkan ginofora masuk kedalam tanah untuk pembentukan polong. Pembumbunan dilakukan pada umur tanaman 4-5 MST. Lebih dari 2 minggu tanaman sulaman akan kalah bersaing dalam menrebutkan hara, udara, dan air.
Pemotongan pucuk => ada dominasi apical yang hilang sehingga akan menstimulir cabang-cabang baru agar letak tunas lateral tumbuh dibawah. Denan tumbuh cabang-cabang baru diharapkan banyak bunga dan inofon yang terbentuk , dalam tunas apikalada auksin, auksin dengan konsentrasi f3 akan mengalir dan menghambat tunas lateral, maka dengan pemotongan pucuk akan memperlancar terbentuknya tunas lateral
  1. Pengairan
Pada lahan kering (tergantung curah hujan). Pada lahan sawah (tergantung air irigasi teknis,semi teknis atau tradisional). Kebutuhan air pada kacang tanah terutama harus diperhatikan pada periode kritis pertumbuhan:
· Stadi Berkecambah (umur 1-4 MST)
· Fase berbunga (umur 5-6MST)
· Pembentukan biji dan polong (umur 7-11 MST)
kacang tanah sangat sensitive terhadap genangan air sehingga perlu dibuat dranase.
  1. Pengendalian hama dan penyakit
a. Hama tanaman Fase Vegetatif
1. Penggulung daun (lamporsema Indicate)
2. Ulat penggerek daun (Stomateryx subsecivella)
3. Wereng empoasea (empoasea flauescens)
4. Kutu trips (Aphis sp)
5. Kutu kebul (bemecia tabaci)
6. Tunbau tetranikus (tetranicus sp)
b. Hama fase generative
Hama gapong: hama yang ada didalam tanah dengan gejala pembusukan polong. Pengendaliannya dengan perbaikan drainase dan rotasi penggiliran tanaman, serta pengairan di sore hari.
c. Penyakit tanaman kacang tanah
1. Penyakit layu bakteri
2. Penyakit bercak daun
3. Penyakit karat daun
4. Penyakit busuk pangkal batang
Pengendalian dengan penggunaan fungisida dengan bahan aktif Thiofanat metil pada umur 7-9 MST.
d. Penyakit oleh virus: Penyakit virus belang, Penyakit bilur, dan Sapu setan
Pencegahan dengan mengendalikan faktor pembawa aphis sp
e. Penyakit oleh jamur
Aspergilus Flavus: mengendalikan racun aflatoksin. Aflatoksin b1 bersifat paling toksin karena bersifatkarsinogenih, hepatoksik, dan mutasenik bagi manusia.
Pencegahan: tanaman kultivar yang tahan ( Jerapah dan turangga) tanaman kacang tanah yang tercekam kekeringan pada stadia reproduktif rentan terhadap infeksi aspergilus flavus.
f. Panen dan pasca panen
Kacang tanah siap panen jika 70% polong telah mengeras dan bagian dalam polong berwarna agak gelap. Panen yang terlalu cepat akan terlalu banyak polong yang belum cukup berisi, sebaliknya panen yang terlambat akan banyak polong yang terlepas dari tanaman karena tangkai ginofora hanya berumur 10-12 minggu. Pada saat menjelang panen, lahan tidak boleh terlalu basah karena memungkinkan kacang tanah untuk perkecambahan.
Ciri-ciri kacang tanah yang siap panen:
1. Umur 100-110 HST
2. Kulit polong mengeras
3. Polong telah terisi penuh
4. Kulit biji tipis dan mengkilat
5. Tidak berair
6. Sebagian besar daun teah rontok
Cara panen: panen dilakukan dengan cara dicabut secara manual/dibantu dengan garpu, setelah dicabut bagian atas tanaman dipotong dan disisakan sekitar 10cm. Sisa berangkasan sebaliknya dikembalikan ke lahan sebagai pupuk hijau.
Penanganan pasca panen
  • Polong bernas di lepas satu persatu secara manual/menggunakan mesin perontok khusus kacang tanah.
  • Polong dicuci untuk menghilangkan sisa tanah yang melekat pada kulit polong
  • Pemilihan polong yang baik dari polong yang pecah, biji berkecambah, busuk dan rusak
  • Pengeringan dilakukan untuk mengurangi serangan aspergilus flavus
  • Polong yang kering dicirikan dengan berbunyi jika diguncang-guncang polong kering mempunyai air berkisar 12-14%

Teknologi budidaya kacang tanah pada lahan masam
Lahan masam dicirikan:
  • Miskin unsur hara makro: NPK
  • Miskin unsur hara mikro: Mo, Mg, S
  • Reaksi tanah pH= 3,5-5,5
  • KTK dan kejenuhan basa rendah
  • Kejenuhan Al tinggi
  • Peka terhadap erosi untuk lahan-lahan yang berlereng

Perbaikan (ameliorasi) lahan asam:
  1. Penggunaan pupuk kandang dan kompos
  2. Penggunaan pupuk hijau dari family legume/non legume
  3. Pengapuran, Mis(CaCo3)
  4. Penggunaan Pupuk anorganik

Pupuk Hijau dari family legume
  1. Crotalaria sp
  2. Mucuna sp
  3. Phaseolus
  4. Acasia sp
  5. Sesbania
Pupuk hijau dari family nonlegume
  1. Tithoniia diversifolia
  2. Eupatorium palascens

Penggunaan 1 ton pupuk hijau setra dengan pemberiaan kapur 1 ton
Selain ameliorasi, dalam budidaya kacang tanah dilahan masam sebaiknya dengan menggunakan kultivar yang adaptf terhadap ahan masam.
Hasil penelitian pada lahan PMK Lampung tengah pemupukan dengan dosis: 60kg K20 + 30 Kg MgO + 30 KOS dan pengapuran 1 ton CaCo3 tipa hektar dapat meningkatkan hasil 30%
Kultivar kacang tanah terbaru:
2004= bison dan Domba
2003= tuban, garuda biga, garuda dua
2001= Bima, Kancil, Sima, Turangga

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
  1. Perencanaan Keuangan
  2. Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  3. Penganggaran Keuangan
  4. Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  5. Pengelolaan Keuangan
  6. Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  7. Pencarian Keuangan
  8. Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  9. Menyimpan Keuangan
  10. Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
  11. Pengendalian Keuangan
  12. Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  13. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
  1. Mendapatkan Dana Perusahaan
  2. Menggunakan Dana Perusahaan
  3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan.
»»  baca lanjutannya sob .. ..
A. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
  1. 1. Mendapatkan Dana Perusahaan
  2. 2. Menggunakan Dana Perusahaan
  3. 3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan.
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Sejarah Piramida (bhs.indo)

Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi piramida
Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan kekaisaran berlindung Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, untuk menerima kuasa dari luar kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam dan kekuatan bangsa lain. Selama waktu itu sejumlah besar karya terkenal Firaun dihancurkan, literasi dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara bertahap digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh pendahulunya.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, yang tulisan-tulisan: Cheops (Khufu abjad Yunani), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani menggunakan kalimat "konon katanya", yang berarti bahwa kebenaran perlu dibuktikan lagi. Namun, karena merupakan pendapat sejarawan Yunani kutipan generasi kemudian bahkan menjadi sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Sampai saat ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, maka berbicara tentang piramida, yang terbayang dalam pikiran bawah sadar adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo Khalifah al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat hanya membuat dia sangat kecewa. Tidak hanya tidak ada objek yang biasanya dikubur dengan tubuh, seperti mutiara, dan ukiran, bahkan sepotong fragmen gerabah tidak ada di sana, yang ada hanya sebuah peti batu kosong dengan tutup no. Sementara dinding hanya bidang yang bersih kosong, juga tidak ada tulisan diukir.

Kesimpulan sejarawan untuk prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda di dalam kubur." Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil. Dalam kondisi normal, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun digambarkan di dinding. Dibandingkan dengan makam lain yang umumnya diisi dengan perhiasan dan harta berlimpah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, catatan "Inventory Stela" yang disimpan dalam museum Kairo, pernah menyebutkan bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta. Namun, karena catatan pada batu prasasti sangat menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan buku ini, maka sangat mengkritik nilai penelitian. Sebenarnya, keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu dan kemudian menyisihkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam melihat posisi sejarah yang sebenarnya.

Luar biasa Teknik Bangunan

Di Mesir, piramida ada begitu banyak berbagai ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya terlalu keras. Di antara piramida yang didirikan pada kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang telah rusak dan hancur, tumpukan puing, seperti piramida Raja Menkaure seperti pada gambar. Kemudian, piramida besar itu dibangun pada masa sebelumnya, dalam sebuah gempa bumi besar pada abad ke-13, di mana beberapa batu berdinding luar telah hancur, namun karena bagian dalam dinding didukung oleh penyangga, sehingga seluruh struktur masih sangat kuat. Karena itu, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya sekedar membuat 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika ada kekurangan dalam rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian rusak, maka dapat menyebabkan sepenuhnya runtuh akibat beban berat yang berkelanjutan.

Setelah semua, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa dibuat, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan daya yang dibutuhkan, faktor yang paling penting adalah puncak dari piramida harus dalam bidang hak dasar di titik tengah 4 sudut. Karena jika 4 sudut miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak dapat bersatu pada satu titik, berarti proyek bangunan ini gagal. Oleh karena itu, titik yang sangat penting, bagaimana menempatkan beberapa 2,3 juta -2600000 setiap keping batu batu seberat 2,5 ton dari bawah ke atas sampai setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.

Seperti yang dikatakan oleh penulis Graham Hancock dalam "Sidik jari Allah" artikelnya: Di tempat ini terhuyung-huyung, pada satu sisi tubuh harus menjaga keseimbangan, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu minimal 2 kali berat kecil mobil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja membawa batu. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan energi yang memungkinkan untuk membangun, tapi jika dianggap lebih kondisi nyata, kita menemukan bahwa orang-orang harus memiliki kemampuan atau kekuatan fisik manusia super, hanya untuk menyelesaikan proyek besar dan memastikan keakuratan akurasi dan presisi.

Terhadap ini, Jean Francois Champollion yang mendapat gelar sebagai "Bapak Pengetahuan Modern Mesir Kuno" memperkirakan bahwa orang yang membangun piramida berbeda dari manusia sekarang, setidaknya dalam "pemikiran mereka memiliki tinggi badan 100 meter saja seperti manusia raksasa. " Dia berpendapat, dalam hal pembuatan piramida, itu adalah pekerjaan raksasa.

Demikian juga, Guru Li Hongzhi dalam ceramahnya pada tur 2002 Amerika Utara juga tidak pernah disebutkan kemungkinan. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat Stone adalah begitu besar bagaimana orang-orang transportasi itu Beberapa kaki lima manusia raksasa tinggi? Yang melakukan sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama.. Untuk membangun piramida , manusia lima meter setinggi seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar. "

Berpikir sehingga mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai belahan dunia telah membawa keraguan yang sama kepada semua orang: besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan batu yang sangat besar struktur, bahkan penyusunan sangat sempurna. Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman disusun dengan batu raksasa yang beratnya lebih dari 100 ton, yang ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya 360 ton (setara dengan 500 mobil keluarga ). Dan di dataran barat daya Inggris memiliki formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah lingkaran besar, di antara beberapa batu setinggi 6 meter. Sebenarnya, bagaimana sekelompok manusia siapa mereka? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, seorang pria berwajah singa yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, 73 meter panjang keseluruhan, dianggap didirikan oleh Firaun dari pekerjaan 4 Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa pembangunan mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun sebelum Kristus.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa piramida raksasa dan Sphinx dengan tetangga dekat adalah membangun kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun selama lebih kuno dari kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari lembah Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan lebih parah daripada Mesir kuno ribuan tahun kuno, warisan budaya diwariskan oleh tidak diketahui kita. Ini, selain untuk membangun alasan teknologi dijelaskan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Rubich matematikawan Swalle dalam "The Science Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti memiliki budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, karena bagian tubuh singa berwajah manusia, selain kepala, jelas ada bekas erosi. Perkiraan berada dalam banjir yang mengerikan di 11.000 SM dan hujan lebat berturut-turut dan tanda erosi yang dihasilkan.

Estimasi erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan kemungkinan air hujan, karena selama 9.000 tahun terakhir di dataran tinggi Jazirah, air hujan tidak selalu cukup, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM ada cuaca buruk baru tersebut. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan erosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya di kerajaan ke-4 bahkan tidak mengalami erosi yang sama. menulis Gajah berbentuk dan prasasti yang ditinggalkan oleh kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pernah menderita erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menunjukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga zigzag bila dilihat dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas seorang mantan setelah embusan angin dan berat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak dapat mengukir skala besar seperti di atas batu raksasa, produk seni yang teknik rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita secara logis dapat disimpulkan, bahwa di zaman kuno, di tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, tetapi karena pergeseran lempeng wastafel, tanah bumi batu di laut, dan yang sangat budaya kuno pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi yang bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida dan Sphinx raksasa memiliki kedalaman air dan erosi dalam waktu yang lama, adalah penyebab langsung yang mengarah ke erosi parah terhadap Sphinx. Karena bahan bangunan raksasa Semenanjung piramida adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui sekarang, kemampuan untuk menahan erosi air jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, hal ini dapat menyebabkan nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak terlihat dari permukaan.

Keterangan: Sphinx dari tetangga dekat dengan piramida raksasa terlihat sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa tubuh, seperti saluran irigasi dan air terkikis, ia telah mengalami beberapa cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat mungkin telah ada sebelum 10 ribu tahun yang lalu.


telah dipresentasikan oleh Mahasiswa UIN SuKa Annas,Maftuh,Novi PBA KUI
»»  baca lanjutannya sob .. ..
Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi piramida
Sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan kekaisaran berlindung Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, untuk menerima kuasa dari luar kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam dan kekuatan bangsa lain. Selama waktu itu sejumlah besar karya terkenal Firaun dihancurkan, literasi dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara bertahap digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh pendahulunya.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, yang tulisan-tulisan: Cheops (Khufu abjad Yunani), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani menggunakan kalimat "konon katanya", yang berarti bahwa kebenaran perlu dibuktikan lagi. Namun, karena merupakan pendapat sejarawan Yunani kutipan generasi kemudian bahkan menjadi sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Sampai saat ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, maka berbicara tentang piramida, yang terbayang dalam pikiran bawah sadar adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo Khalifah al-Ma'mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat hanya membuat dia sangat kecewa. Tidak hanya tidak ada objek yang biasanya dikubur dengan tubuh, seperti mutiara, dan ukiran, bahkan sepotong fragmen gerabah tidak ada di sana, yang ada hanya sebuah peti batu kosong dengan tutup no. Sementara dinding hanya bidang yang bersih kosong, juga tidak ada tulisan diukir.

Kesimpulan sejarawan untuk prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah "mengalami perampokan benda-benda di dalam kubur." Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil. Dalam kondisi normal, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun digambarkan di dinding. Dibandingkan dengan makam lain yang umumnya diisi dengan perhiasan dan harta berlimpah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, catatan "Inventory Stela" yang disimpan dalam museum Kairo, pernah menyebutkan bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta. Namun, karena catatan pada batu prasasti sangat menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan buku ini, maka sangat mengkritik nilai penelitian. Sebenarnya, keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu dan kemudian menyisihkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam melihat posisi sejarah yang sebenarnya.

Luar biasa Teknik Bangunan

Di Mesir, piramida ada begitu banyak berbagai ukuran, standarnya bukan saja jauh lebih kecil, strukturnya terlalu keras. Di antara piramida yang didirikan pada kerajaan ke-5 dan 6, banyak yang telah rusak dan hancur, tumpukan puing, seperti piramida Raja Menkaure seperti pada gambar. Kemudian, piramida besar itu dibangun pada masa sebelumnya, dalam sebuah gempa bumi besar pada abad ke-13, di mana beberapa batu berdinding luar telah hancur, namun karena bagian dalam dinding didukung oleh penyangga, sehingga seluruh struktur masih sangat kuat. Karena itu, ketika membangun piramida raksasa, bukan hanya sekedar membuat 3 juta batu menjadi bentuk kerucut, jika ada kekurangan dalam rancangan konstruksi yang khusus ini, sebagian rusak, maka dapat menyebabkan sepenuhnya runtuh akibat beban berat yang berkelanjutan.

Setelah semua, bagaimanakah proyek bangunan piramida raksasa dibuat, tetap merupakan topik yang membuat pusing para sarjana. Selain mempertimbangkan sejumlah besar batu dan daya yang dibutuhkan, faktor yang paling penting adalah puncak dari piramida harus dalam bidang hak dasar di titik tengah 4 sudut. Karena jika 4 sudut miring dan sedikit menyimpang, maka ketika menutup titik puncak tidak dapat bersatu pada satu titik, berarti proyek bangunan ini gagal. Oleh karena itu, titik yang sangat penting, bagaimana menempatkan beberapa 2,3 juta -2600000 setiap keping batu batu seberat 2,5 ton dari bawah ke atas sampai setinggi lebih dari seratus meter di angkasa dan dipasang dari awal sampai akhir pada posisi yang tepat.

Seperti yang dikatakan oleh penulis Graham Hancock dalam "Sidik jari Allah" artikelnya: Di tempat ini terhuyung-huyung, pada satu sisi tubuh harus menjaga keseimbangan, dan sisi lainnya harus memindahkan satu demi satu batu minimal 2 kali berat kecil mobil ke atas, diangkut ke tempat yang tepat, dan mengarah tepat pada tempatnya, entah apa yang ada dalam pikiran pekerja membawa batu. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah memperkirakan berbagai macam cara dan energi yang memungkinkan untuk membangun, tapi jika dianggap lebih kondisi nyata, kita menemukan bahwa orang-orang harus memiliki kemampuan atau kekuatan fisik manusia super, hanya untuk menyelesaikan proyek besar dan memastikan keakuratan akurasi dan presisi.

Terhadap ini, Jean Francois Champollion yang mendapat gelar sebagai "Bapak Pengetahuan Modern Mesir Kuno" memperkirakan bahwa orang yang membangun piramida berbeda dari manusia sekarang, setidaknya dalam "pemikiran mereka memiliki tinggi badan 100 meter saja seperti manusia raksasa. " Dia berpendapat, dalam hal pembuatan piramida, itu adalah pekerjaan raksasa.

Demikian juga, Guru Li Hongzhi dalam ceramahnya pada tur 2002 Amerika Utara juga tidak pernah disebutkan kemungkinan. "Manusia tidak dapat memahami bagaimana piramida dibuat Stone adalah begitu besar bagaimana orang-orang transportasi itu Beberapa kaki lima manusia raksasa tinggi? Yang melakukan sesuatu, itu dengan manusia sekarang memindahkan sebuah batu besar adalah sama.. Untuk membangun piramida , manusia lima meter setinggi seperti kita sekarang membangun sebuah gedung besar. "

Berpikir sehingga mau tidak mau membuat kita membayangkan, bahwa piramida raksasa dan sejumlah besar bangunan batu raksasa kuno yang ditemukan di berbagai belahan dunia telah membawa keraguan yang sama kepada semua orang: besar dan megah, terbentuk dengan menggunakan batu yang sangat besar struktur, bahkan penyusunan sangat sempurna. Seperti misalnya, di pinggiran kota utara Mexico ada Kastil Sacsahuaman disusun dengan batu raksasa yang beratnya lebih dari 100 ton, yang ada sebuah batu raksasa yang tingginya mencapai 28 kaki, diperkirakan beratnya 360 ton (setara dengan 500 mobil keluarga ). Dan di dataran barat daya Inggris memiliki formasi batu raksasa, dikelilingi puluhan batu raksasa dan membentuk sebuah lingkaran besar, di antara beberapa batu setinggi 6 meter. Sebenarnya, bagaimana sekelompok manusia siapa mereka? Mengapa selalu menggunakan batu raksasa, dan tidak menggunakan batu yang ukurannya dalam jangkauan kemampuan kita untuk membangun?

Sphinx, seorang pria berwajah singa yang juga merupakan obyek penting dalam penelitian ilmuwan, tingginya 20 meter, 73 meter panjang keseluruhan, dianggap didirikan oleh Firaun dari pekerjaan 4 Khafre. Namun, melalui bekas yang dimakan karat (erosi) pada permukaan badan Sphinx, ilmuwan memperkirakan bahwa pembangunan mungkin lebih awal, paling tidak 10 ribu tahun sebelum Kristus.

Seorang sarjana John Washeth juga berpendapat: Bahwa piramida raksasa dan Sphinx dengan tetangga dekat adalah membangun kerajaan ke-4 lainnya sama sekali berbeda, ia dibangun selama lebih kuno dari kerajaan ke-4. Dalam bukunya "Ular Angkasa", John Washeth mengemukakan: perkembangan budaya Mesir mungkin bukan berasal dari lembah Nil, melainkan berasal dari budaya yang lebih awal dan lebih parah daripada Mesir kuno ribuan tahun kuno, warisan budaya diwariskan oleh tidak diketahui kita. Ini, selain untuk membangun alasan teknologi dijelaskan sebelumnya, dan yang ditemukan di atas patung Sphinx sangat parah dimakan karat juga telah membuktikan hal ini.

Rubich matematikawan Swalle dalam "The Science Kudus" menunjukkan: pada tahun 11.000 SM, Mesir pasti memiliki budaya yang hebat. Pada saat itu Sphinx telah ada, karena bagian tubuh singa berwajah manusia, selain kepala, jelas ada bekas erosi. Perkiraan berada dalam banjir yang mengerikan di 11.000 SM dan hujan lebat berturut-turut dan tanda erosi yang dihasilkan.

Estimasi erosi lainnya pada Sphinx adalah air hujan dan angin. Washeth mengesampingkan kemungkinan air hujan, karena selama 9.000 tahun terakhir di dataran tinggi Jazirah, air hujan tidak selalu cukup, dan harus melacak kembali hingga tahun 10.000 SM ada cuaca buruk baru tersebut. Washeth juga mengesampingkan kemungkinan erosi oleh angin, karena bangunan batu kapur lainnya di kerajaan ke-4 bahkan tidak mengalami erosi yang sama. menulis Gajah berbentuk dan prasasti yang ditinggalkan oleh kerajaan kuno tidak ada sepotong batu pernah menderita erosi yang parah seperti yang terjadi pada Sphinx.

Profesor Universitas Boston dan ahli dari segi batuan erosi Robert S. juga setuju dengan pandangan Washeth sekaligus menunjukkan: Bahwa erosi yang dialami Sphinx, ada beberapa bagian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih, sehingga zigzag bila dilihat dari sudut luar, bagaikan gelombang, jelas seorang mantan setelah embusan angin dan berat selama ribuan tahun.

Washeth dan Robert S. juga menunjukkan: Teknologi bangsa Mesir kuno tidak dapat mengukir skala besar seperti di atas batu raksasa, produk seni yang teknik rumit.

Jika diamati secara keseluruhan, kita secara logis dapat disimpulkan, bahwa di zaman kuno, di tanah Mesir, pernah ada sebuah budaya yang sangat maju, tetapi karena pergeseran lempeng wastafel, tanah bumi batu di laut, dan yang sangat budaya kuno pada waktu itu akhirnya disingkirkan, meninggalkan piramida dan Sphinx dengan menggunakan teknologi yang bangunan yang sempurna.

Dalam jangka waktu yang panjang di dasar lautan, piramida dan Sphinx raksasa memiliki kedalaman air dan erosi dalam waktu yang lama, adalah penyebab langsung yang mengarah ke erosi parah terhadap Sphinx. Karena bahan bangunan raksasa Semenanjung piramida adalah hasil teknologi manusia yang tidak diketahui sekarang, kemampuan untuk menahan erosi air jauh melampaui batu alam, sedangkan Sphinx terukir dengan keseluruhan batu alam, hal ini dapat menyebabkan nyata piramida raksasa dikikis oleh air laut yang tidak terlihat dari permukaan.

Keterangan: Sphinx dari tetangga dekat dengan piramida raksasa terlihat sangat kuno. Para ilmuwan memastikan bahwa tubuh, seperti saluran irigasi dan air terkikis, ia telah mengalami beberapa cuaca yang lembab, karenanya memperkirakan bahwa ia sangat mungkin telah ada sebelum 10 ribu tahun yang lalu.


telah dipresentasikan oleh Mahasiswa UIN SuKa Annas,Maftuh,Novi PBA KUI
»»  baca lanjutannya sob .. ..

Phiramida History (English Language)

History of Myth and Archaeological Findings of the pyramid

Since the 6th century BC, Egypt was the refuge Poshi empire, who lost his position after standing more than 2,000 years, to receive power from outside the kingdom of Greece, Rome, the Islamic kingdom and the power of other nations. During that time a large number of famous works of Pharaoh destroyed, literacy and religious beliefs of the Egyptians themselves were gradually replaced by other cultures, so that the culture of ancient Egypt to be receding and destroyed, generations later also lost a large number of relics that can decipher clues left by the predecessors.

Year 450 BC, after a Greek historian around and arrived in Egypt, whose writings: Cheops (Khufu Greek alphabet), it is said he said, were destroyed after 50 years. In a certain limit the Greek historian uses the phrase "it is said, she-said, meaning that the truth needs to be proven again. However, since it is the opinion of the Greek historians quote generations later even became as important evidence that the pyramids were royal dynasty founded in the 4th.

Until now, historians thought that the pyramid is the tomb of the king. Thus, so talk about the pyramid, which is imagined in the unconscious mind is the jewelry and stuff that glitters. And, in the year 820 AD, when the governor-general of Islamic Cairo Caliph al-Ma'mun lead the troops, first dig a secret passageway and into the pyramid, and when it impatiently into the room, a view which looks only made him very disappointed. Not only did no one object that is usually buried with the body, such as pearls, and carvings, even a piece of pottery fragments were not there, that there is only an empty stone coffin with no lid. While the wall was just a clean field blank, nor was there any carved inscription.

Conclusion historians to achievement first entered this pyramid is "experiencing robbery objects in the tomb." However, the results indicate a real investigation, the possibility of thieves entered the tomb of the pyramid through the other road is very small. Under normal conditions, the thief's tomb is also not possible to steal without leaving a trace, and more is no longer possible to delete the entire inscription Pharaoh depicted on the wall. Compared with other tombs which are generally filled with jewels and treasures abound, a giant pyramid built to commemorate the greatness of Pharaoh king became very different.

In addition, the note "Inventory Stela", which is stored in the museum of Cairo, had mentioned that the pyramid has been around since the beginning before the throne of Khufu continuing. However, because the notes on the stone inscription is strongly challenged the traditional view, there is a problem between the results of research experts and ways of writing the book, then strongly criticized the value of research. Actually, the limitations of historical record that can be obtained, if for a certain look and then set aside some historical evidence, has unwittingly hold us objectively in view of the position of the actual history.

Exceptional Building Techniques

In Egypt, the pyramids there are so many various sizes, the default is not only much smaller, its structure too harshly. Among the pyramid which was established in the kingdom to-5 and 6, many of which have been damaged and destroyed, a heap of debris, such as the pyramid of King Menkaure as shown. Then, the great pyramid was built during the earlier, in a major earthquake in the 13th century, where some stone walled outer have been destroyed, but because the inside of the wall supported by a buffer, so the entire structure remains very strong. Therefore, when building a giant pyramid, not just simply make 3 million stones into a cone shape, if there are deficiencies in the design of this special construction, partially damaged, it can lead to completely collapse due to heavy sustained loads.

After all, how is the project of building a giant pyramid is created, remains a topic that makes a headache scholars. Apart from considering a large number of stone and the power needed, the most important factor is the culmination of the pyramid should be in the field of basic right in the middle point of the 4 corners. Because if the 4 corners sideways and slightly distorted, then when I close the peak point can not be united on one point, it means that this building project failed. Therefore, it is a very important point, how is putting some 2.3 million -2.6 million pieces every stone boulder weighing 2.5 tons from the ground up to as high as more than a hundred yards in space and installed from start to finish on right position.

As said by the author Graham Hancock in his article "Fingerprints of God": In place of this staggered, on one side of the body must maintain balance, and the other side must move one after another stone at least 2 times the weight of small cars to up, transported to the right place, and leads right into place, whether what he had in mind workers carrying stones. Although modern science has estimated a variety of ways and energy that makes it possible to build, but if it is considered more real conditions, we find that these people must have the ability or physical strength superhuman, just to complete the massive project and ensuring accuracy and precision accuracy.

Against this, Jean Francois Champollion who got the title as the "Father of Modern Knowledge of Ancient Egypt" estimates that people who build the pyramids are different from humans now, at least in the "thinking they have a body height of 100 feet high just like a giant human." He argues, in terms of creating a pyramid, it is the work of giants.

Likewise, Master Li Hongzhi in his lecture at the 2002 North American tour was also never mentioned the possibility. "Man can not understand how the pyramid was made. Stone is so great how people transport it? Some of the human person five feet tall giant who carries something, it is with humans now move a big rock is the same. To build the pyramid, the five-meter-tall human like we are now building a big building. "

Thinking so would not want to make us imagine, that the giant pyramids and a large number of ancient giant stone buildings found in various parts of the world have brought the same doubt to everyone: big and majestic, is formed by using a very large stone structure, even drafting very perfect. Like for example, in a suburb north of Mexico there is the Castle Sacsahuaman arranged with giant stones which weigh more than 100 tons, of which there is a giant rock that reaches 28 feet high, estimated to weigh 360 tons (equivalent to 500 family cars). And on the plains of southwest England have a giant rock formation, surrounded by dozens of giant rocks and formed a large circle, in between some rocks high as 6 meters. Actually, how can a group of humans who are they? Why always use a giant rock, and not using a stone that size in the range of our ability to build?

Sphinx, a lion-faced man who is also an important object of research scientists, height 20 meters, 73 meters in overall length, considered to be founded by the Pharaoh of the 4th job of Khafre. However, through the former are eaten rust (erosion) on the surface of the body of the Sphinx, scientists estimate that the construction might be more early, at least 10 thousand years before Christ.

A scholar John Washeth also believes: That the giant pyramids and the Sphinx with its close neighbor is building the kingdom to the other-4 totally different, he built during a more ancient than the kingdom to-4. In his book "Space Serpent", John Washeth put forward: the development of Egyptian culture probably does not come from the Nile basin, but rather comes from the culture of an earlier and more severe than the ancient Egyptians thousands of years ancient, cultural heritage bequeathed by our unknown . This, in addition to building technological reasons described previously, and which was found on top of the statue of the Sphinx is badly eaten by rust has also proved this.

Rubich Swalle mathematician in "The Holy Science" show: in the year 11,000 BC, the Egyptians must have had a great culture. At that time the Sphinx has been there, because the lion-faced human body part, other than the head, obviously there is the former erosion. Estimates are in a terrible flood in 11,000 BC and successive heavy rains and resulting erosion marks.

Estimated other erosion on the Sphinx is rain water and wind. Washeth rule out the possibility of rain water, because during the past 9,000 years in the highlands Peninsula, rain water is not always sufficient, and must trace back until the year 10,000 BC there are new such bad weather. Washeth also ruled out the possibility of erosion by wind, because the other limestone buildings in the kingdom to-4 did not even experience the same erosion. Elephant-shaped writing and inscriptions left by the ancient kingdom there is no piece of stone ever suffered such severe erosion that occurred on the Sphinx.

Boston University professor and expert in terms of rock erosion Robert S. also agree with the view Washeth at once shows: That the erosion experienced by the Sphinx, there are some parts that its depth reaches 2 feet more, so the zigzag when viewed from the outside corner, like a wave, obviously an ex after a wind gust and severe during thousands of years.

Washeth and Robert S. also shows: Technology of the ancient Egyptians could not have carved out such a large scale on a giant rock, art products that complicated technique.

If observed on the whole, we can logically conclude, that in ancient times, in the land of Egypt, once there is a very advanced culture, but because of the shifting plates of the earth, ground stone sink in the ocean, and a very ancient culture at that time finally removed, leaving the pyramids and the Sphinx by using technology that perfect building.

In the long period of time on the ocean floor, a giant pyramid and the Sphinx has water depth and erosion in a long time, is the direct cause leading to severe erosion on the Sphinx. Because the building materials giant pyramid Peninsula is the result of human technology that is not known now, the ability to withstand water erosion far exceeds natural stone, while the Sphinx was carved with an overall natural stone, this may cause a real giant pyramid eroded by sea water which is not visible from the surface.

Caption: Sphinx of neighbors close to the giant pyramid looks very ancient. Scientists confirm that the body, such as irrigation channels and water eroded, he had experienced some humid weather, therefore estimates that he very likely had been there before 10 thousand years ago.

has presented by.annas,maftuh,novi PBA UIN Su-Ka 2011 KUI

»»  baca lanjutannya sob .. ..

Phiramida History

History of Myth and Archaeological Findings of the pyramid

Since the 6th century BC, Egypt was the refuge Poshi empire, who lost his position after standing more than 2,000 years, to receive power from outside the kingdom of Greece, Rome, the Islamic kingdom and the power of other nations. During that time a large number of famous works of Pharaoh destroyed, literacy and religious beliefs of the Egyptians themselves were gradually replaced by other cultures, so that the culture of ancient Egypt to be receding and destroyed, generations later also lost a large number of relics that can decipher clues left by the predecessors.

Year 450 BC, after a Greek historian around and arrived in Egypt, whose writings: Cheops (Khufu Greek alphabet), it is said he said, were destroyed after 50 years. In a certain limit the Greek historian uses the phrase "it is said, she-said, meaning that the truth needs to be proven again. However, since it is the opinion of the Greek historians quote generations later even became as important evidence that the pyramids were royal dynasty founded in the 4th.

Until now, historians thought that the pyramid is the tomb of the king. Thus, so talk about the pyramid, which is imagined in the unconscious mind is the jewelry and stuff that glitters. And, in the year 820 AD, when the governor-general of Islamic Cairo Caliph al-Ma'mun lead the troops, first dig a secret passageway and into the pyramid, and when it impatiently into the room, a view which looks only made him very disappointed. Not only did no one object that is usually buried with the body, such as pearls, and carvings, even a piece of pottery fragments were not there, that there is only an empty stone coffin with no lid. While the wall was just a clean field blank, nor was there any carved inscription.

Conclusion historians to achievement first entered this pyramid is "experiencing robbery objects in the tomb." However, the results indicate a real investigation, the possibility of thieves entered the tomb of the pyramid through the other road is very small. Under normal conditions, the thief's tomb is also not possible to steal without leaving a trace, and more is no longer possible to delete the entire inscription Pharaoh depicted on the wall. Compared with other tombs which are generally filled with jewels and treasures abound, a giant pyramid built to commemorate the greatness of Pharaoh king became very different.

In addition, the note "Inventory Stela", which is stored in the museum of Cairo, had mentioned that the pyramid has been around since the beginning before the throne of Khufu continuing. However, because the notes on the stone inscription is strongly challenged the traditional view, there is a problem between the results of research experts and ways of writing the book, then strongly criticized the value of research. Actually, the limitations of historical record that can be obtained, if for a certain look and then set aside some historical evidence, has unwittingly hold us objectively in view of the position of the actual history.

Exceptional Building Techniques

In Egypt, the pyramids there are so many various sizes, the default is not only much smaller, its structure too harshly. Among the pyramid which was established in the kingdom to-5 and 6, many of which have been damaged and destroyed, a heap of debris, such as the pyramid of King Menkaure as shown. Then, the great pyramid was built during the earlier, in a major earthquake in the 13th century, where some stone walled outer have been destroyed, but because the inside of the wall supported by a buffer, so the entire structure remains very strong. Therefore, when building a giant pyramid, not just simply make 3 million stones into a cone shape, if there are deficiencies in the design of this special construction, partially damaged, it can lead to completely collapse due to heavy sustained loads.

After all, how is the project of building a giant pyramid is created, remains a topic that makes a headache scholars. Apart from considering a large number of stone and the power needed, the most important factor is the culmination of the pyramid should be in the field of basic right in the middle point of the 4 corners. Because if the 4 corners sideways and slightly distorted, then when I close the peak point can not be united on one point, it means that this building project failed. Therefore, it is a very important point, how is putting some 2.3 million -2.6 million pieces every stone boulder weighing 2.5 tons from the ground up to as high as more than a hundred yards in space and installed from start to finish on right position.

As said by the author Graham Hancock in his article "Fingerprints of God": In place of this staggered, on one side of the body must maintain balance, and the other side must move one after another stone at least 2 times the weight of small cars to up, transported to the right place, and leads right into place, whether what he had in mind workers carrying stones. Although modern science has estimated a variety of ways and energy that makes it possible to build, but if it is considered more real conditions, we find that these people must have the ability or physical strength superhuman, just to complete the massive project and ensuring accuracy and precision accuracy.

Against this, Jean Francois Champollion who got the title as the "Father of Modern Knowledge of Ancient Egypt" estimates that people who build the pyramids are different from humans now, at least in the "thinking they have a body height of 100 feet high just like a giant human." He argues, in terms of creating a pyramid, it is the work of giants.

Likewise, Master Li Hongzhi in his lecture at the 2002 North American tour was also never mentioned the possibility. "Man can not understand how the pyramid was made. Stone is so great how people transport it? Some of the human person five feet tall giant who carries something, it is with humans now move a big rock is the same. To build the pyramid, the five-meter-tall human like we are now building a big building. "

Thinking so would not want to make us imagine, that the giant pyramids and a large number of ancient giant stone buildings found in various parts of the world have brought the same doubt to everyone: big and majestic, is formed by using a very large stone structure, even drafting very perfect. Like for example, in a suburb north of Mexico there is the Castle Sacsahuaman arranged with giant stones which weigh more than 100 tons, of which there is a giant rock that reaches 28 feet high, estimated to weigh 360 tons (equivalent to 500 family cars). And on the plains of southwest England have a giant rock formation, surrounded by dozens of giant rocks and formed a large circle, in between some rocks high as 6 meters. Actually, how can a group of humans who are they? Why always use a giant rock, and not using a stone that size in the range of our ability to build?

Sphinx, a lion-faced man who is also an important object of research scientists, height 20 meters, 73 meters in overall length, considered to be founded by the Pharaoh of the 4th job of Khafre. However, through the former are eaten rust (erosion) on the surface of the body of the Sphinx, scientists estimate that the construction might be more early, at least 10 thousand years before Christ.

A scholar John Washeth also believes: That the giant pyramids and the Sphinx with its close neighbor is building the kingdom to the other-4 totally different, he built during a more ancient than the kingdom to-4. In his book "Space Serpent", John Washeth put forward: the development of Egyptian culture probably does not come from the Nile basin, but rather comes from the culture of an earlier and more severe than the ancient Egyptians thousands of years ancient, cultural heritage bequeathed by our unknown . This, in addition to building technological reasons described previously, and which was found on top of the statue of the Sphinx is badly eaten by rust has also proved this.

Rubich Swalle mathematician in "The Holy Science" show: in the year 11,000 BC, the Egyptians must have had a great culture. At that time the Sphinx has been there, because the lion-faced human body part, other than the head, obviously there is the former erosion. Estimates are in a terrible flood in 11,000 BC and successive heavy rains and resulting erosion marks.

Estimated other erosion on the Sphinx is rain water and wind. Washeth rule out the possibility of rain water, because during the past 9,000 years in the highlands Peninsula, rain water is not always sufficient, and must trace back until the year 10,000 BC there are new such bad weather. Washeth also ruled out the possibility of erosion by wind, because the other limestone buildings in the kingdom to-4 did not even experience the same erosion. Elephant-shaped writing and inscriptions left by the ancient kingdom there is no piece of stone ever suffered such severe erosion that occurred on the Sphinx.

Boston University professor and expert in terms of rock erosion Robert S. also agree with the view Washeth at once shows: That the erosion experienced by the Sphinx, there are some parts that its depth reaches 2 feet more, so the zigzag when viewed from the outside corner, like a wave, obviously an ex after a wind gust and severe during thousands of years.

Washeth and Robert S. also shows: Technology of the ancient Egyptians could not have carved out such a large scale on a giant rock, art products that complicated technique.

If observed on the whole, we can logically conclude, that in ancient times, in the land of Egypt, once there is a very advanced culture, but because of the shifting plates of the earth, ground stone sink in the ocean, and a very ancient culture at that time finally removed, leaving the pyramids and the Sphinx by using technology that perfect building.

In the long period of time on the ocean floor, a giant pyramid and the Sphinx has water depth and erosion in a long time, is the direct cause leading to severe erosion on the Sphinx. Because the building materials giant pyramid Peninsula is the result of human technology that is not known now, the ability to withstand water erosion far exceeds natural stone, while the Sphinx was carved with an overall natural stone, this may cause a real giant pyramid eroded by sea water which is not visible from the surface.

Caption: Sphinx of neighbors close to the giant pyramid looks very ancient. Scientists confirm that the body, such as irrigation channels and water eroded, he had experienced some humid weather, therefore estimates that he very likely had been there before 10 thousand years ago.

has presented by.annas,maftuh,novi PBA UIN Su-Ka

»»  baca lanjutannya sob .. ..